Category: Athar dan Malfuzat

Athar dan Malfuzat 20 0

Athar dan Malfuzat 20

951. Imam Al Barbahari Rahimahullah bersyair: “Barangsiapa yang puas dengan apa yang dimiliki maka dia menjadi orang kaya dan selalu tetap dialas agama. Betapa tingginya kedudukan qana’ah membuat orang rendahan menjadi mulia. Jiwa seseorang menjadi sempit ketika dalam kemiskinan namun bila ia mendekat kepada Tuhannya semua menjadi luas.” (Syarhus Sunnah) 952. Dari Abu Ja’far al-Hadzdza diriwayatkan bahwa ia menceritakan, Aku pernah mendengar Ibnu Uyainah berkata: “Apabila amalan hati bersesuaian dengan amalan zahir, itulah...

Athar dan Malfuzat 19 0

Athar dan Malfuzat 19

901. Berkata Fudhail Bin ‘Iyadh: “Seorang ‘Aalim itu masih dianggap Jaahil (bodoh) apabila dia belum beramal dengan ilmunya. Apabila dia sudah mengamalkan ilmunya maka jadilah dia seorang yang benar-benar ‘Aalim.” (Iqtidhaa al-‘Ilm al-‘amal, hal 37) 902. Berkata Ibnu Umar: “Kami (para sahabat) pada zaman Rasulullah saw. suka tidur di masjid, kami tidur qailulah (tidur tengah hari) di dalamnya, dan kami pada waktu itu masih muda-muda.” (Fiqh Sunnah, Juz I, 213) 903. Ulama salaf...

Athar dan Malfuzat 18 0

Athar dan Malfuzat 18

851. Dzun Nun al-Mishri rahimahullah berkata: “Dahulu para ulama saling menasihati dengan tiga hal: Barangsiapa memperbagus keadaan batinnya, Allah akan memperbagus lahiriahnya; barangsiapa memperbaiki hubungan dengan Allah, Allah akan memperbaiki hubungannya dengan manusia dan barangsiapa yang memperbaiki urusan akhiratnya, Allah akan memperbaiki urusan dunianya.” (as-Siyar, 19/141) 852. Abu Usamah Al-Khuza’i berkata: “Imam Malik jika ingin keluar untuk menyampaikan hadits ia berwudhu sebagaimana wudhu untuk melaksanakan sholat dan memakai pakaiannya yang paling indah, memakai...

Athar dan Malfuzat 17 0

Athar dan Malfuzat 17

801. Syaikh Maulana Ilyas rah.a. mengatakan: “Perhatikanlah benar-benar, bahwa kita senantiasa berhajat kepada para ulama. Tanpa mereka kita tidak dapat ditolong. Bantuan mereka adalah kebahagian kita. Mereka adalah pera pembawa kebaikan-kebaikan dan nur-nur ilmu Nubuwah. Mengetahui derajat mereka adalah berarti meninggikan ilmu Nubuwah, dimana ketinggian mereka sangat layak kita berkhidmat kepada mereka. Dan pahamilah bahwa penghidmatan kita kepada mereka adalah suatu ibadah yang amat besar. Dan tindakan kita mengambil faedah dari petunjuk dan...

Athar dan Malfuzat 16 0

Athar dan Malfuzat 16

751. Thalq bin Habib berkata: “Lindungilah diri kamu dari fitnah dengan ketaqwaan.” Beliau ditanya, “Simpulkanlah untuk kami apa itu ketaqwaan?” Beliau pun menjawab, “Iaitu engkau beramal dengan ketaatan kepada Allah dengan petunjuk daripada Allah dengan mengharap rahmat Allah. Dan engkau meninggalkan kemaksiatan kepada Allah dengan petunjuk daripada Allah kerana takut akan azab Allah.” (Minhajus, 4/527-531) 752. Syaikh as-Sa’di berkata dalam Tafsirnya: “Sebagaimana para hamba (masyarakat) itu jika baik dan istiqamah berada di atas...

Athar dan Malfuzat 15 0

Athar dan Malfuzat 15

701. Syiekh Muhammad Ilyas Al-Kandhalawi Rahmatullahi A`alaih berkata: “Bagaimana aku ingin berhenti dari melakukan dakwah ini, sedangkan kekasihku, Nabi s.a.w sendiri terpaksa mengalami kesusahan dan kepayahan untuk agama ini. Walaupun baginda s.a.w sendiri telah di janji dengan segala kebaikan oleh Allah s.w.t,namum baginda s.a.w telah memilih untuk terjun dalam lautan kesusahan dan kepayahan dalam menghidup dan mengamalkan agama ini.” (Bayan Hidayat Ijtimak Bhopal) 702. ‘Abdullah bin ‘Ubaidillah bin Abi Mulaikah Rahmatullahi A`alaih berkata:...